PENYEDIAAN DATA MIKRO KEMISKINAN

 

Sejak dahulu, kemiskinan sudah menjadi masalah besar di dunia, terutama bagi negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Kemiskinan seakan menjadi vicious circle (lingkaran setan) yang tidak kunjung ketemu pemecahannya. Banyak dimensi yang melatarbelakangi timbulnya kemiskinan, mulai dari aspek ekonomi hingga sosial. Namun terkadang agak kabur untuk menentukan faktor penyebab yang paling utama akan kemiskinan, meskipun beberapa faktor-faktor penyebab kemiskinan sudah teridentifikasi.

 

Berbagai strategi penanganan kemiskinan dan kajian-kajian akan kemiskinan telah banyak dilakukan seiring perkembangan yang terjadi di tanah air, akan tetapi kemiskinan tetap saja ada, bahkan pernah mengalami peningkatan pasca krisis ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang dicapai dirasa belum mampu mengurangi angka kemiskinan yang ada, karena tidak disertai dengan pemerataan pendapatan (peningkatan kesejahteraan masyarakat).   Mulai beberapa dekade sebelumnya hingga sekarang, program-program seperti Inpres Desa Tertinggal (IDT) tahun 1993, bantuan beras untuk rakyat miskin dan yang terakhir program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai kompensasi atas kenaikan harga bahan bakar minyak telah digulirkan.

 

Ke depannya, diperlukan beberapa langkah penajaman skala prioritas terhadap program-program yang berorientasi pada masalah kemiskinan. Seiring berlakunya otonomi daerah, pemerintah pusat berupaya untuk mendesentralisasikan program-program pengentasan kemiskinan ke pemerintah daerah (kabupaten/kota). Untuk itulah data dan informasi tentang kemiskinan pada tingkat agregasi miskin tataran mikro (small are statistics) sampai tingkat administrasi kecamatan, desa atau bahkan RT menjadi sangat strategis dan relevan bagi keperluan perencanaan dan program pengentasan kemiskinan di daerah.

 

Disadari bahwa upaya mengentaskan kemiskinan tidak mudah, serta membutuhkan strategi yang terpadu, karena persoalan kemiskinan bersifat multi dimensi. Saat ini, pemerintah sedang menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan agar program-program pengentasan kemiskinan di pelbagai bidang kehidupan dapat dilaksanakan secara efektif. Pada saat yang sama pemerintah juga berusaha menurunkan persentase penduduk miskin dengan cara membantu meringankan beban kehidupan mereka secara langsung. Kedua hal tersebut menuntut ketersediaan data kemiskinan, baik yang bersifat makro maupun yang bersifat mikro.

 

Data kemiskinan makro diperlukan untuk target sasaran kewilayahan (seperti bantuan kemiskinan menurut daerah); sedangkan data kemiskinan mikro diperlukan untuk target sasaran keluarga/rumahtangga (seperti bantuan kepada keluarga/rumahtangga miskin).  Sehingga ke depannya diharapkan penggulangan kemiskinan tidak salah sasaran.

 

Di sadur dari tulisan “Dokumentasi PKPS BBM Kabupaten Tanah Bumbu 2005” Karya Abdurrahman, S.ST dan Miyan Andi S.ST

 

Advertisements

One thought on “PENYEDIAAN DATA MIKRO KEMISKINAN

  1. Terima kasih atas kunjungannya ke blog uln, mohon maaf kd ta update, maklum sibuk2 ja. jd blog nya yaaa sahibar atau daripada ah jar urang banjar tu.uln mangelola website PTA banjarmasin (www.pta-banjarmasin.net)

    maulah animasi itu pakai aplikasi, namnya: banner maker pro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s