MELIHAT KONDISI INFRASTRUKTUR JALAN DI KALSEL

Sebuah Harapan untuk Kalimantan Selatan yang Lebih Baik

 

“TANAH LAUT – Jalan Sungai Riam sampai Batakan rusak parah sehingga sulit dilalui sepeda motor, apalagi kalau musim penghujan. Pengendara sepeda motor terpaksa melewati halaman warga sekitar. Jalan provinsi itu sering dilewati truk pengangkut timah dan bijih besi. Mohon pihak yang berkompeten memperbaiki, kasihan warga yang melintasinya.” (Di Kutip dari Banjarmasinpost, 17 Februari 2008).

 

 

Sepanjang tahun 2007, Hampir setiap hari rubrik layanan publik di koran harian Banjarmasinpost seperti di atas dihiasi dengan keluhan masyarakat tentang kondisi jalan di Kalimantan Selatan. Keluhan mereka umumnya disertai dengan permohonan untuk memperbaiki jalan yang dimaksud. Tidak hanya jalan negara atau provinsi saja yang mereka keluhkan karena aspalnya yang rusak atau terkelupas, bahkan sampai pada jalan antar desa.

 

Sedemikian parahkah kondisi infrastruktur jalan di provinsi yang berada di ujung tenggara pulau kalimantan ini? Apakah infrastruktur jalan mempunyai hubungan dengan perekonomian suatu daerah?

 

Tulisan ini mencoba mengupas pertanyaan pertanyaan di atas sebatas kemampuan analisis penulis.

 

Jalan di Kalimantan Selatan

Dalam publikasi Statistik Perhubungan Kalimantan Selatan tahun 2006, panjang jalan keseluruhan di Wilayah Administrasi Kalimatan Selatan adalah sepanjang 11.079,41 km. Dari sepanjang tersebut berstatus jalan negara adalah sepanjang 876 km, jalan provinsi 1.056,38 km dan 9.147,03 adalah berstatus jalan kabupaten/kota.

 

Dari keseluruhan jalan tersebut baik jalan negara, provinsi maupun kabupaten/kota tidak semuanya layak untuk dijalani. Jika dibandingkan secara persentase maka kondisi jalan rusak/rusak berat paling besar adalah pada jalan kabupaten/kota yang mencapai 44,88 persen atau sepanjang 4.105,04 (lihat grafik). Suatu angka yang prestisius untuk menunjukkan kerusakan panjangnya jalan yang rusak.

 

 

 

 

 

 

Jika ditotal keseluruhan tanpa memeperhatikan status jalan, maka sekitar 42 persen kondisi jalan yang melintasi wilayah Provinsi Kallmantan Selatan adalah rusak/rusak berat. Selebihnya sekitar 58 persen adalah jalan dengan kondisi baik/sedang. Sehingga dapat dikatakan kondisi infrasruktur jalan di wilayah provinsi terkecil di Kalimantan ini kurang baik. Bahkan 6 (enam) Kabupaten memiliki jalan rusak/rusak berat melebihi 50 persen dari keseluruhan jalan yang melintasi di wilayah kabupaten tersebut. Kabupaten paling parah adalah Tanah Bumbu, diperkirakan 80 persen jalan di wilayah kabupaten termuda ini rusak/rusak berat.

 

Implikasi dari keadaan ini di antaranya adalah menghambat jalur transportasi, membuat keadaan tidak nyaman bagi penumpang dan pengendara kendaraan, meningkatkan resiko kecelakaan lalu lintas, dan berdampak pada roda perekonomian daerah. Padahal kalau kita pahami kondisi infrastruktur jalan merupakan modal penting dalam jalur perdagangan khususnya, sehingga dari sini akan timbul efek domino pada aspek lain, misalnya peningkatan kesejahteraan penduduk, kualitas kesehatan, dan pendidikan.

 

Akhirnya, ini merupakan tanggung jawab kita sebagai pemangku kebijakan, baik pemerintah Pusat dan Daerah yang peduli terhadap kemaslahatan masyarakat.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s