Harga Makanan di Batulicin, Mahal??….

1. Batulicin Kota Dinamis

Batulicin adalah Ibukota Kabupaten Tanah Bumbu yang terletak di pesisir selat laut di ujung tenggara Provinsi Kalimantan Selatan. Sebagai Ibukota dari sebuah kabupaten yang baru mekar ini, tercatat mengalami perkembangan yang berarti baik dari sisi perekonomian maupun pertumbuhan penduduknya.

 

Sejak tahun 2003 dengan dikeluarkannya Undang – Undang No. 2 tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Balangan, Kabupaten Tanah Bumbu resmi terbentuk dari kabupaten induk, Kabupaten Kotabaru sebagai Daerah Otonom Tingkat II dan sejajar dengan daerah otonom lainnya di Indonesia. Sejak itu pula pembangunan di berbagai aspek mulai terlihat untuk mengejar ketertinggalan dengan daerah lainnya khususnya kabupaten lain di Kalimantan Selatan. Hasilnya mulai terlihat, seperti halnya pembangunan beberapa infrastruktur dan eksplorasi – eksploitasi sumber daya alam yang kelak menjadi sumber penting dalam komponen pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten ini.

 

Di masa awal terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu, marak pula dengan hal yang dinamakan dengan illegal mining[1]. Padahal sebelum itu telah ada pula illegal logging[2] di kawasan hutan di daerah ini. Kecamatan Batulicin dan Kecamatan Satui tercatat sebagai kecamatan yang memiliki lahan pertambangan yang luas, khususnya pertambanga batubara Seakan seperti setali tiga uang, Kecamatan Batulicin yang saat itu terpusat di Kampung Baru (dikenal pula dengan sebutan Simpang Empat) sebagai ibukota kecamatan dan Sungai Danau sebagai ibukota Kecamatan Satui, semakin ramai dengan aktivitas perekonomian. Situasi seperti ini terdengar sampai keluar daerah, sehingga banyak bermunculan pekerja migran untuk mengadu nasib di Batulicin. Dibalik situasi yang terjadi saat itu, ternyata menimbulkan satu dampak yang sampai sekarang masih terasa. Dampak yang dimaksud tersebut adalah adalah kenaikan harga – harga terutama harga makanan[3]. Saat ini meskipun aktivitas illegal mining sudah jauh berkurang, namun yang namanya keuntungan besar dari tingginya harga, sepertinya harga yang sudah naik enggan untuk turun.

 


2. Harga Dan Pertambangan

 

Tabel 1. Daftar Harga Makanan Siap Santap di Batulicin dan di Banjarmasin

 

No

Jenis Makanan

Harga di Batulicin

(Rp/porsi)

Harga di Banjarmasin

(Rp/porsi)

Terendah

Tertinggi

Modus

Terendah

Tertinggi

Modus

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

1

Nasi Kuning

4.000

12.000

5.000

1.500

7.000

3.000

2

Nasi Goreng

5.000

8.000

7.000

4.000

7.000

5.000

3

Mi Goreng

5.000

8.000

7.000

4.000

5.000

5.000

4

Bakso

5.000

9.000

6.000

3.000

9.000

4.000

5

Mi Ayam

5.000

9.000

7.000

3.000

5.000

4.000

6

Nasi Campur/Remes

6.000

10.000

9.000

3.000

7.000

5.000

7

Nasi Lauk Ikan

6.000

18.000

9.000

2.500

7.000

5.000

8

Nasi Lauk Ayam

6.000

18.000

9.000

2.500

7.000

5.000

 

Mari kita lihat tabel di atas. Kita akan membandingkan harga makanan siap santap yang berlaku di Batulicin dengan harga di Banjarmasin pada jenis makanan yang sama.

 

 

 

Harga – harga makanan pada tabel tersebut berdasarkan pengalaman penulis dan berbagai informasi dari beberapa responden. Sebagai error dari sebuah survei, perbedaan harga dengan keadaan sebenarnya terutama dalam penentuan harga terendah dan tertinggi mungkin saja terjadi, karena tidak semua warung makanan di Batulicin dan di Banjarmasin disurvei. Namun demikian penulis meyakini standar error – nya kecil.

 

Harga – harga tersebut penulis dapatkan berdasarkan hasil survei penulis sendiri dalam rentang waktu Desember 2007 sampai April 2008. Harga pada setiap sel dalam tabel adalah harga satu porsi yang disajikan untuk setiap jenis makanan, sedangkan nilai harga pada kolom modus menunjukkan nilai harga yang paling banyak ditawarkan pada setiap jenis makanan. Nilai pada modus ini sangat berguna untuk membandingkan harga suatu jenis makanan di Batulicin dan di Banjarmasin.

 

Analisis deskriptif perbandingan dengan menggunakan nilai modus pada kasus ini adalah lebih tepat sesuai dengan ilmu statistik, dibandingkan jika menggunakan nilai rataan maupun nilai median.

 

Harga di atas tentu saja tidak termasuk pada daftar harga yang berlaku di hotel berbintang maupun kafe – kafe mewah baik di Batulicin maupun di Banjarmasin. Selain karena penulis sendiri tidak pernah melakukan survei di tempat – tempat tersebut, juga karena kita tidak mempunyai kepentingan yang berarti. Tujuan penulisan ini semata untuk memberikan gambaran perbandingan harga makanan siap saji bagi masyarakat umum di Batulicin dan Banjarmasin.

 

 

Mari kita lihat kembali tabel di atas. Salah satu jenis makanan favorit dan menjadi khas dari Kalimatan Selatan adalah nasi kuning. Nasi ini umumnya dijual pada pagi hari sebagai sarapan. Jenis Makanan ini banyak digemari baik oleh orang kalimantan sendiri maupun orang bugis. Dari tabel terlihat harga satu porsi nasi kuning paling banyak oleh pedagang di Batulicin dijual pada harga Rp 5.000,-. Harga ini jauh lebih tinggi dibandingkan harga satu porsi nasi kuning yang dijual di Banjarmasin yang berada pada level harga Rp 3000,-

 


 

Keadaan yang samapun terjadi pada jenis makanan yang lainnya seperti nasi goreng, mie goreng, bakso, mie ayam, nasi campur, dan nasi plus lauk ayam/ikan. Perbedaan harga makanan tersebut antara di Batulicin dan Banjarmasin berkisar dari Rp 2.000,- sampai Rp 4.000,-. Bahkan pada beberapa tempat warung makan ada beberapa jenis makanan seperti nasi plus lauk/ikan dan sayurnya yang mencapai Rp 18.000,- satu porsinya. Pernahkah kita mendengar cerita dari kolega atau keluarga kita tentang keterkejutan orang terhadap harga makanan yang tinggi pada saat mereka makan di Batulicin? Atau jangan – jangan kita sendiri yang pernah mengalaminya pada saat datang kali pertama ke Batulicin?

 

3. Akar Penyebab

Dari gambaran di atas kita tidak perlu lagi heran dengan harga makanan di Batulicin. Dan apabila anda datang ke Batulicin, saya sarankan anda jangan ke warung makan jika hanya membawa uang Rp10.000,- , kecuali jika anda tahu tempat mana saja yang dapat datangi dengan uang sebesar itu.

 

Lalu apa penyebab dari ini semua?. Ada beberapa hipotesa yang dapat dimunculkan untuk menjawab pertanyaan ini.

 

1. Hipotesa Satu, “Pertambangan Marak, Harga Makanan Naik”

                

Pada bagian pengantar di atas, telah diuraikan bahwa sejak maraknya illegal coal mining atau aktivitas pertambangan batubara secara ilegal, harga makanan semakin melonjak naik. Ini terjadi pada selang waktu 2003 – 2004. Bagaimana menjelaskan keterkaitan antara pertambangan dan harga makanan?

Salah seorang mantan pelaku aktivitas illegal coal mining menjelaskan keterkaitan ini, sebagai berikut:

 “Umumnya dalam kegiatan eksploitasi tambang batubara di suatu daerah tambang, banyak sekali pekerja. Paling banyak adalah supir dan operator alat berat. Banyak pula diantara mereka adalah pekerja migran. Batulicin dan Sungai Danau adalah tempat paling ramai dan menjadi tempat tinggal bagi pekerja tambang tersebut. Pekerja tersebut umumnya memilih makan di warung, baik di saat tidak bekerja, terlebih lagi di saat bekerja. Karena banyak juga di antara mereka yang tidak membawa anak istri ke sini. Melihat peluang ini, maka warung makan pun semakin tumbuh menjamur.”

 

Kondisi seperti ini persis seperti menjelang lebaran, di mana harga kebutuhan lebaran merangkak naik di saat permintaan naik. Harga makanan siap santap di Batulicin pun naik, di saat permintaan terhadap makanan naik. Namun bedanya setelah lebaran, harga kebutuhan lebaran yang mengalami kenaikan secara alami (baca: mekanisme pasar) mengalami penurunan kembali. Namun tidak demikian yang terjadi di Batulicin, harga makanan siap santap cenderung tidak bisa diturunkan, apalagi jika mengharapkan mekanisme pasar.

 

2.  Hipotesa Dua, “Distribusi yang Panjang dan Jauh dari Sumber Produksi, maka Harga Suatu Barang/Jasa Akan Tinggi.”

 

Kita ambil suatu contoh, Harga jual bawang merah tentu lebih murah per Kg – nya di pulau Jawa dibanding dijual per Kg nya di pulau Kalimantan. Karena pulau Jawa dekat dengan sumber pengahasil bawang merah, sebaliknya pulau Kalimantan jauh. Untuk mencapai pulau kalimantan diperlukan rentetan distribusi yang panjang. Itu sebabnya jika jalur distribusi barang melalui Banjarmasin kemudian baru diteruskan ke Batulicin, maka kita dapat mafhum harga barang di Batulicin lebih tinggi dibandingkan Banjarmasin. Karena pada dasarnya biaya transportasi akan dimasukkan sebagai beban produksi.

 

Namun kondisi seperti ini seharusnya tidak berlaku jika distribusi barang dari pulau Jawa langsung menuju Batulicin melalui Pelabuhan Batulicin, tanpa harus ke Banjarmasin dulu.

 

Secara terperinci penulis belum bisa membahas barang mana saja sebagai bahan baku makanan siap santap yang didatangkan dari pulau Jawa melalui Banjarmasin maupun yang langsung ke Batulicin. Ini baru hipotesa.

                                

4. Penutup

Melihat dari deskripsi di atas, ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi,

  1. Ramainya aktivitas pertambangan ilegal telah menyebabkan harga makanan siap santap merangkak naik, bahkan sampai sekarang meskipun pertambangan ilegal sudah ditertibkan.
  2. Bagi anda yang baru pertama kali datang ke batulicin dan pergi ke warung makan perlu mendapatkan informasi mengenai warung makan tersebut
  3. Seharusnya pemerintah daerah mampu menstabilkan harga dengan cara membuka peluang yang sebesar – besarnya jalur distribusi barang melalui pelabuhan batulicin dan bandar udara, dan tidak harus mengandalkan kiriman dari Banjarmasin J


[1] Illegal mining, dalam terjemah bebasnya adalah penambangan ilegal, yaitu suatu istilah yang menunjukkan suatu keadaan aktivitas penambangan yang tidak mempunyai izin dari pemerintah

[2] Illegal logging, dalam terjemah bebasnya adalah pembabatan hutan ilegal, yaitu istilah yang menunjukkan suatu keadaan aktivitas penebangan hutan secara sembarangan dan tidak mempunyai HPH

[3] Informasi ini penulis dapat langsung saat berhadapan dengan masyarakat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s